CARA MEMBUAT KERANGKA PEMIKIRAN SKRIPSI DI WORD

Cara Membuat Kerangka Berpikir yang Efektif

1. Apa itu Kerangka Berpikir?

Kerangka berpikir adalah salah satu teknik yang digunakan untuk mengorganisir informasi secara terstruktur. Dengan menggunakan kerangka berpikir, kita dapat dengan mudah menyusun ide-ide atau konsep-konsep yang akan kita sampaikan dalam bentuk tulisan atau presentasi.

Dalam membuat kerangka berpikir, ada beberapa langkah yang perlu diikuti agar dapat mencapai hasil yang efektif dan mudah dipahami oleh audiens. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

2. Tahap Pertama: Menentukan Tujuan

Langkah pertama dalam membuat kerangka berpikir adalah menentukan tujuan dari pembahasan yang akan kita lakukan. Apakah kita ingin memberikan informasi, mengajukan argumen, atau sekadar menggambarkan suatu konsep atau ide. Dengan menentukan tujuan yang jelas, kita dapat membuat kerangka berpikir yang lebih terfokus.

Sebagai contoh, jika kita ingin memberikan informasi tentang cara membuat kerangka berpikir, maka tujuan kita adalah memberikan pengetahuan kepada pembaca tentang langkah-langkah dalam membuat kerangka berpikir yang efektif.

3. Tahap Kedua: Mengumpulkan Materi

Setelah menentukan tujuan, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan materi yang akan digunakan dalam pembahasan. Materi ini bisa berupa teks, gambar, diagram, atau tabel yang relevan dengan topik yang akan dibahas.

Ketika mengumpulkan materi, pastikan untuk memilih sumber yang terpercaya dan akurat. Hal ini sangat penting agar kerangka berpikir yang kita buat memiliki dasar yang kuat dan bisa dipercaya oleh pembaca atau audiens kita.

4. Tahap Ketiga: Mengatur Materi

Setelah memiliki materi yang cukup, langkah selanjutnya adalah mengatur materi tersebut menjadi susunan yang lebih terstruktur. Caranya adalah dengan mengelompokkan informasi yang memiliki hubungan atau kesamaan topik.

Dalam mengatur materi, kita bisa menggunakan teknik seperti bullet point atau numbered list untuk membantu mempermudah pembaca dalam memahami urutan atau hubungan antar informasi. Selain itu, kita juga bisa menggunakan sub-heading untuk membagi materi menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik dan terorganisir.

5. Tahap Keempat: Melengkapi Kerangka Berpikir

Setelah mengatur materi, langkah selanjutnya adalah melengkapi kerangka berpikir dengan memasukkan konten yang lebih spesifik ke dalam setiap sub-heading. Pastikan setiap konten yang disertakan memiliki hubungan yang logis dengan sub-heading di atasnya.

Dalam melengkapi kerangka berpikir, kita juga bisa menggunakan tabel atau diagram untuk menggambarkan hubungan antar informasi secara visual. Hal ini akan membantu pembaca atau audiens untuk lebih memahami informasi yang kita sampaikan.

6. Tahap Kelima: Membuat Draft

Setelah melengkapi kerangka berpikir, langkah terakhir adalah membuat draft dari tulisan atau presentasi yang akan kita buat. Dalam membuat draft, kita perlu memperhatikan struktur yang baik, menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dimengerti, serta menghindari pengulangan informasi yang tidak perlu.

Sebelum finalisasi, pastikan untuk membaca kembali draft yang telah dibuat dan melakukan revisi jika diperlukan. Jangan ragu untuk meminta pendapat atau masukan dari orang lain untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas.

Kesimpulan

Dalam membuat kerangka berpikir, ada beberapa langkah penting yang perlu diikuti. Pertama, menentukan tujuan dari pembahasan yang akan dilakukan. Kedua, mengumpulkan materi yang relevan dengan topik. Ketiga, mengatur materi menjadi susunan yang terstruktur. Keempat, melengkapi kerangka berpikir dengan konten yang lebih spesifik. Dan kelima, membuat draft dari tulisan atau presentasi yang akan dibuat.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kita dapat membuat kerangka berpikir yang efektif dan mudah dipahami oleh pembaca atau audiens kita. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam menyusun kerangka berpikir yang lebih baik. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!