CARA MEMBUAT KOLOM WARNA OTOMATIS DI EXCEL

Cara Merubah Warna Di Excel Dengan Rumus – Gini Caranya!

Memahami Kegunaan Warna di Excel

Excel adalah salah satu program spreadsheet yang paling populer digunakan untuk pengolahan data. Bagi sebagian orang, penggunaan Excel mungkin terkesan hanya sebatas memasukkan angka dan data saja. Padahal, Excel memiliki banyak fitur yang dapat membantu dalam menganalisis data secara visual. Salah satu fitur yang sangat berguna adalah kemampuan untuk merubah warna dalam sel atau di seluruh kolom.

Pada artikel ini, kita akan belajar tentang cara merubah warna di Excel dengan menggunakan rumus. Dengan mempelajari cara ini, Anda akan dapat dengan mudah membuat tampilan yang menarik dan lebih mudah dibaca untuk data Anda.

Penggunaan Fungsi ‘CONDITONAL FORMATING’

Untuk merubah warna di Excel, kita akan menggunakan sebuah fungsi yang disebut ‘Conditional Formatting’. Fungsi ini mengizinkan kita untuk menentukan kondisi tertentu dimana sebuah sel atau seluruh kolom akan diubah warnanya.

Pertama-tama, kita perlu memilih sel atau kolom yang ingin kita ubah warnanya. Kemudian, kita dapat masuk ke menu ‘Home’ di Excel dan mencari opsi ‘Conditional Formatting’ di bagian ‘Styles’.

Dalam opsi ‘Conditional Formatting’, kita akan menemukan beberapa pilihan seperti ‘Highlight Cells Rules’, ‘Top/Bottom Rules’, dan ‘Data Bars’.

Cara Mengubah Warna Menggunakan ‘Highlight Cells Rules’

Salah satu cara termudah untuk merubah warna di Excel adalah dengan menggunakan ‘Highlight Cells Rules’. Dalam opsi ini, kita dapat memilih aturan dan kondisi tertentu dimana sebuah sel akan diubah warnanya.

Misalnya, jika kita ingin mengubah warna sebuah sel jika nilainya lebih besar dari 100, kita dapat memilih aturan ‘Greater Than’ dan memasukkan nilai 100 sebagai kondisi. Selain itu, kita juga dapat memilih warna yang ingin kita gunakan sebagai indikator.

Jika kita ingin menggunakan indikator warna yang berbeda untuk setiap kondisi, kita dapat menggunakan aturan lain seperti ‘Between’, ‘Less Than’, atau ‘Equal To’.

Cara Mengubah Warna Menggunakan ‘Top/Bottom Rules’

Selain menggunakan ‘Highlight Cells Rules’, kita juga dapat menggunakan ‘Top/Bottom Rules’ untuk mengubah warna di Excel. Dalam opsi ini, kita dapat memilih berdasarkan peringkat tertinggi atau terendah dari data.

Misalnya, jika kita ingin mengubah warna 5% teratas dari data, kita dapat memilih aturan ‘Top 10%’ dan memilih warna yang ingin kita gunakan sebagai indikator.

Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk 5% terbawah dari data dengan menggunakan aturan ‘Bottom 10%’.

Cara Mengubah Warna Menggunakan ‘Data Bars’

Terakhir, kita dapat menggunakan ‘Data Bars’ untuk mengubah warna di Excel. ‘Data Bars’ akan menambahkan bar horizontal di dalam sel berdasarkan besar kecilnya nilai.

Misalnya, jika kita ingin menampilkan nilai dalam bentuk grafik bar, kita dapat memilih opsi ‘Data Bars’ dan memilih warna yang diinginkan untuk representasi grafik tersebut.

Dengan menggunakan ‘Data Bars’, kita dapat dengan mudah membandingkan data ke dalam kategori tertentu berdasarkan panjangnya bar yang ditampilkan.

Cara Buat Indikator Warna Di Excel – NathanaelkruwHolloway

Mengenal Indikator Warna di Excel

Selain merubah warna di Excel untuk memperindah tampilan data, kita juga dapat menggunakan indikator warna untuk memberikan informasi tambahan tentang data yang sedang kita analisis. Indikator warna dapat digunakan untuk menyoroti data yang penting, menandai kondisi tertentu, atau memberikan peringatan. Dalam artikel ini, kita akan belajar tentang cara membuat indikator warna di Excel dengan menggunakan rumus.

Dengan menggunakan indikator warna, kita dapat membuat data lebih mudah dibaca dan dapat dengan cepat melihat pola atau tren yang ada.

Penggunaan Fungsi ‘IF’

Untuk membuat indikator warna di Excel, kita akan menggunakan fungsi ‘IF’. Fungsi ini digunakan untuk menentukan apakah suatu kondisi benar atau salah. Jika kondisi benar, kita dapat memberikan nilai atau tindakan yang spesifik.

Untuk menggunakan fungsi ‘IF’, kita perlu memasukkan kondisi yang ingin kita evaluasi, nilai atau tindakan yang ingin kita berikan jika kondisi benar, dan nilai atau tindakan yang ingin kita berikan jika kondisi salah.

Contohnya, jika kita ingin memberikan indikator warna merah untuk semua angka yang lebih besar dari 100, kita dapat menggunakan rumus berikut:

=IF(A1>100, “Merah”, “”)

Dalam rumus di atas, A1 adalah sel yang kita evaluasi. Jika nilai dalam A1 lebih besar dari 100, maka fungsi ‘IF’ akan mengembalikan kata “Merah”. Jika tidak, maka akan mengembalikan nilai kosong.

Cara Menggunakan Fungsi ‘IF’ Dalam Conditional Formatting

Setelah kita mempelajari cara menggunakan fungsi ‘IF’ secara umum, kita dapat menggunakan rumus ini dalam ‘Conditional Formatting’ untuk membuat indikator warna.

Pertama-tama, kita perlu memilih sel atau seluruh kolom yang ingin kita beri indikator warna. Kemudian, kita dapat masuk ke menu ‘Home’ di Excel dan mencari opsi ‘Conditional Formatting’ di bagian ‘Styles’.

Dalam opsi ‘Conditional Formatting’, kita akan mencari pilihan ‘New Rule’ atau ‘Manage Rules’ tergantung versi Excel yang Anda gunakan.

Cara Menggunakan Fungsi ‘IF’ Dalam ‘New Rule’

Dalam opsi ‘New Rule’, kita akan menemukan beberapa pilihan seperti ‘Format only cells that contain’, ‘Format only top or bottom ranked values’, atau ‘Format only values that are above or below average’.

Pilihan yang paling relevan untuk membuat indikator warna adalah ‘Format only cells that contain’. Pada pilihan ini, kita dapat memilih aturan dan kondisi tertentu dimana sebuah sel akan diubah warnanya.

Misalnya, jika kita ingin memberikan indikator warna merah untuk semua angka yang lebih besar dari 100, kita dapat memilih aturan ‘Greater Than’ dan memasukkan nilai 100 sebagai kondisi. Selain itu, kita juga dapat memilih warna yang ingin kita gunakan sebagai indikator.

Cara Menggunakan Fungsi ‘IF’ Dalam ‘Manage Rules’

Jika kita memiliki banyak aturan atau ingin mengubah aturan yang sudah ada, kita dapat menggunakan opsi ‘Manage Rules’. Dalam opsi ini, kita dapat melihat semua aturan yang telah kita buat dan mengeditnya sesuai kebutuhan.

Jika kita ingin menambahkan aturan baru, kita dapat memilih ‘New Rule’ dan mengikuti langkah-langkah yang sama seperti dalam ‘New Rule’.

Tips dan Trik dalam Membuat Indikator Warna di Excel

Berikut adalah beberapa tips dan trik yang dapat Anda gunakan saat membuat indikator warna di Excel:

  • Pilihlah warna yang kontras dengan latar belakang untuk memastikan indikator warna dapat terlihat dengan jelas.
  • Gunakan variasi warna atau pola yang berbeda untuk menandai kondisi yang berbeda dalam data Anda.
  • Gunakan rumus ‘IF’ secara kreatif untuk membuat indikator warna yang lebih kompleks. Contohnya, Anda dapat menggunakan kombinasi kondisi dengan menggunakan operator ‘AND’ atau ‘OR’.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan indikator warna agar tidak membingungkan pembaca. Gunakan hanya untuk mengunci informasi penting.

Kesimpulan

Dalam artikel ini, kita telah belajar tentang cara merubah warna di Excel dengan menggunakan rumus dan cara membuat indikator warna di Excel dengan menggunakan fungsi ‘IF’ dan ‘Conditional Formatting’. Merubah warna di Excel dapat membantu membuat data lebih mudah dibaca dan lebih menarik secara visual. Sedangkan, indikator warna dapat memberikan informasi tambahan tentang data yang sedang kita analisis. Dengan menggunakan fitur-fitur ini, kita dapat memaksimalkan penggunaan Excel dalam mengolah dan menganalisis data. Jadi, mulailah berkreasi dengan warna dan indikator warna di Excel untuk menghasilkan data yang lebih interaktif dan informatif!

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar Excel dan menguasai pengolahan data. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya!